Barito Timur Kembali Peroleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian Dari BPK RI

BORNEONEWS, Tamiang Layang- Laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Barito Timur untuk tahun anggaran 2017 mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan  Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalimantan Tengah.

Itu artinya Pemkab Barito Timur berhasil mempertahankan prestasi serupa yang diraih pada tahun lalu.

Hasil audit laporan keuangan Pemkab Barito Timur diterima langsung oleh Plt Bupati Suriansyah didampingi Ketua DPRD Broelalano di Palangka Raya, Rabu (30/5/2018).

Sekretaris Daerah (Sekda) Barito Timur Eskop, membenarkan opini keuangan Bartim tetap WTP. Menurut dia, Pemkab Barito Timur sangat bersyukur dan berbangga atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi itu berkat dukungan semua pihak, mulai dari pimpinan tertinggi sampai pada jajaran pegawai, khususnya yang membidangi administrasi.

“WTP diperoleh dengan skor di atas 80, sehingga selama dua tahun berturut (2016–2017) opini keuangan Bartim selalu Wajar Tanpa Pengecualian,” ungkap Sekda, Kamis (31/5/2018).

Ia melanjutkan, meski meraih opini WTP, tetap ada catatan yang diberikan BPK RI. Namun, tidak melebihi ambang batas dan masih bisa ditoleransi. Dari realisasi kewajaran transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan juga diberi kesempatan untuk menyelesaikan.

Biasanya, lanjut dia, setelah laporan hasil pemeriksaan BPK RI diterima, diberikan waktu selama 60 hari kerja untuk menyelesaikan sejumlah catatan. Adapun dua hal utama dalam catatan tersebut berkaitan dengan manajemen keuangan dan manajamen aset.

Eskop yang pernah menjabat sebagai kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bartim menuturkan, terkait catatan BPK RI seperti manajemen aset, pihaknya segera mencatat barang invetaris agar lebih teradminitrasi dengan baik.

Selain itu, pemkab kemungkinan akan menghapus atau lelang sejumlah aset. Penghapusan dilakukan jika barang dinilai rusak. Sedangkan lelang dilakukan jika barang dianggap masih memiliki nilai ekonomis dan biaya operasional lebih tinggi karena terjadi penyusutan.

“Makanya agar tahun berikutnya bisa mempertahankan WTP lagi, saya harap komitmen terhadap penyelesaian catatan segera oleh semua leading sector terkait,” tuturnya. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-3)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *